NOTE:zoom gambar klik kanan di gambar, close pencet esc
Coy, ada temen gua namanya hammie Iqomatuddien (agak 4l4y dikit namanya), pas gua abis remed kimia tau-tau si hammie (sebut aja hitler ) *jadi kalo kita lewat harus hormat dulu* nyamperin gua
Sinopsis:
Film indie tentang sekumpulan anak yang suka menyontek dan berencana untuk melakukan hal nakal yang seluruh murid di indonesia ga pernah lakuin sebelumnya: mencuri kunci jawaban.
Directed by: @MrAdamArief
Produced by: @xi_science2
Edited by: @MrAdamArief & @pahlevikun
Cast:
- Dendi Defara Ervandinata
- Raful Kalam
- Goldy Herdiyansyah
- Noor Rochman
- Dhiaul Furqon
- Dodi Herdadi
- Pradana Iqomatul Haq
- dan seluruh anggota kelas XI IPA 2
- Dimas Chandra
- Afdhal Muhammad
yang gua sesalin kenapa ga lolos coba, kata panitia kalo durasi lebih cuma kurangin poin, pas hari H taunya yang dyrasi pas aja yang bisa, GA KONSISTEN "BANGAT" anak IPA 2 yang lain juga perlu kejelasan
SCREENSHOTNYA
![]() |
| KELUARIN JURUS |
![]() |
| BISA NYONTEK JARAK JAUH |
Nih, gua mau share foto-foto minggu ulangan, ulangan terakhir semester ini~
![]() |
| WC nya lumayan lah |
![]() |
| Lantainya abis gempa |
![]() |
| Andug lagi merenung nasib nilainya |
![]() |
| Ga ada gambar wakil presiden, miris |
![]() |
| kartu peserta |
![]() |
| Nomor peserta |
![]() |
| Kursi si bayu beda sendiri |
![]() |
| Surat kuasa |
![]() |
| Surat Niaga |
![]() |
| Surat wasiat |
baru-baru ini temen kita, reddi rahmadilaga dapet musibah, dia kecelakaan ga jauh dari SMA 6 kira-kira sekitar SMPN 5, Kronologinya>> kata si redd dia pulang sama temennya, terus temennya bawain tugas seni dia yang almunium, nah sama temennya tuh mau diterbangin, si reddi langsung ga liat ke depan soalnya mau ngambil itu almunium, dan.... Bruaghh tanpa disadari dia nabrak mobil yang lagi parkir, lansung mental pemirsa~ mirisnya Laptopnya remuk tapi Basrengnya ga kenapa-kenapa, loh? ga ada yang ancur itu basreng, tapi giginya yang remuk~
Penampakan:
Oke gua posting lagi, kenapa ga bahasa perancis padahal di 6 diajarinnya perancis?
anda tahu sendiri seperti apa pelajaran bahasa perancis d 6Nh gua jelasin sekilas Bahasa Jepang (日本語/Nihongo) bahsa resmi jepang, yaiyalah bahsa sana. Bahasa Jepang juga digunakan oleh sejumlah penduduk negara yang pernah ditaklukkannya seperti Korea dan Republik China. Bahasa Jepang dapat didengarkan di Amerika Serikat (California dan Hawaii) dan Brasil akibat emigrasi orang Jepang ke wilayah tersebut.
Dalam Sistem Penulisannya, bahasa Jepang itu punya 3 aksara, Hiragana, huruf Katakana dan huruf Kanji. Bahasa Jepang ditulis dengan gabungan huruf Hiragana dan Kanji. Nama-nama dan kata-kata asing biasanya ditulis dengan huruf Katakana. Biasanya juga dipake Romaji (huruf Latin). Tapi ga umum, kecuali pada papan-papan reklame atau penunjuk jalan yang diperuntukkan bagi orang asing. di Bogor juga ada aksara, AKSARA SUNDA hehehehe
Nih, liat aja bedanya:
![]() |
| biasa kalo mau zoom klik kiri atau kanan |
Terus ada Partikel kalimat juga, kayak ToBe klo bahasa inggris atau Etre kalo bahasa perancis, tapi nanti aja bahasnya sekarang gua mau bahas cara bacanya dlu, cara bacanya juga cukup unik
1. Cara baca panjang
Cara baca juga mempengaruhi arti, jadi ya hati-hati kalo bacanya, nih contohnya:
2. Pengucapan "U" Pada akhir kalimat
Dalam bahasa Jepang, kata-kata yang mempunyai akhiran “u” dibaca tipis bahkan hampir tidak terbaca sama sekali. nih contoh kata-kata:
3. Penggunaan "n" diakhir kalimat
Untuk kalimat yang mempunyai “n” diakhirnya, maka dibaca"ng". contoh:
3. Penggunaan "n" ditengah kalimat
kalo ditengah dibaca "m". contohnya:
nih contohnya, yang dicoret ga usah dibaca
kayaknya segini dulu, sekarang kan malem minggu jadi wakuncar dulu "kata dendi gitu"
![]() |
| Andug Ting Ting lagi warnain punya Tibo |
![]() |
| Bagus yang mana nih? |
![]() |
| Logo Arsenalnya mantap |
![]() |
| Pak Goloy~ |
![]() |
| Ini paling mantap, timbul semua, disaat batik 6 merevolusikan diri, Dhiaul bikin gambar batik |
Secara khas, orang-orang Jepang minta maaf lebih sering dibanding orang Barat. Mungkin hal ini disebabkan adanya perbedaan kebudayaan di antara keduanya, gua ga teelalu tau soalnya bukan anak IPS. Orang Barat itu gamau ngakuin kalo dia salah.
Meminta maaf dianggap sebagai suatu kebajikan di Jepang. Meminta maaf menunjukkan bahwa seseorang bertanggung jawab (pada sesuatu hal) dan menghindari situasi saling menyalahkan satu sama lain.
Ketika seseorang meminta maaf dan menunjukkan penyesalannya, maka orang Jepang bersedia memaafkan. Bila dibandingkan dengan negara Barat, maka di Jepang jarang ditemukan kasus pengadilan.
Ketika meminta maaf, orang Jepang sering menundukkan badan (Ojigi). Semakin merasa bersalah, semakin dalamlah anda menundukkan badan.
Di bawah ini merupakan beberapa pernyataan untuk meminta maaf :
Sumimasen
Mungkin ini adalah ungkapan yang paling umum untuk menyatakan permintaan maaf. Beberapa orang Jepang mengucapkannya sebagai “Sumimasen”. Sejak “Sumimasen” dapat digunakan dalam beberapa situasi yang berbeda (ketika meminta sesuatu, berterima kasih pada seseorang dan lain-lain), dengarkan baik-baik pada kalimat yang diucapkan. Kalau anda meminta maaf pada sesuatu yang telah anda lakukan, “Sumimasen deshita” dapat digunakan.
Moushiwake arimasen
Ungkapan ini bersifat sangat formal. Biasanya diucapkan pada orang yang kedudukannya lebih tinggi dibanding kita (Sonkeigo). Ungkapan ini menunjukkan perasaan yang lebih kuat dibanding “Sumimasen”. Ketika anda meminta maaf pada sesuatu yang telah anda lakukan, “Moushiwake arimasen deshita” dapat digunakan. Sama seperti “Sumimasen”, “Moushiwake arimasen” dapat digunakan pula untuk mengungkapkan terima kasih.
Shitsurei shimashita
Ungkapan ini formal, tapi kesannya tidak sekuat seperti “Moushiwake arimasen”.
Gomenasai
Ungkapan ini bersifat umum. Tidak seperti “Sumimasen”, penggunaannya terbatas untuk meminta maaf saja. Sejak kesan yang dimiliki kurang formal dan terkesan seperti kekanak-kanakan jadi tidak cocok bila digunakan pada orang yang lebih tinggi kedudukannya.
Shitsurei
Memiliki tingkatan yang biasa. Ungkapan ini biasanya digunakan dalam bahasa laki-laki. “Shitsurei” juga dapat berarti “Permisi”.
Doumo
Bersifat umum. Ungkapan ini juga dapat digunakan untuk menyatakan “Terima kasih”.
Gomen
Tingkatannya sangat biasa. Penambahan dengan partikel akhiran “Gomen ne” atau “Gomen na” (bahasa laki-laki) juga digunakan. Ungkapan ini hanya dapat digunakan kepada teman dekat atau anggota keluarga.
[ Copy this | Start New | Full Size ]









































































